ds

Sabtu, 24 Mei 2014

Nilai, Positif atau Negatif ???



Assalamualaikum..
            Pada tulisan yang ini, Enesbe akan membahas mengenai Nilai. Yaaa mungkin banyak orang bertanya-tanya apasih nilai itu ??? ya mungkin banyak orang berfikir nilai itu sesuatu yang berparameterkan sebuah angka ?? yaaa bisa jadi bisa jadi, tidaaaaak, eh bisa jadi. Tapi dari pada pusing, Enesbe kasih nih pengertian NILAI secara jelas, just check buddy !!!!

Nilai merupakan suatu hal yang dianggap baik atau buruk bagi kehidupan. Nilai merupakan sesuatu yang abstrak, namun hal tersebut menjadi pedoman bagi kehidupan masyarakat. Contohnya, orang menganggap menolong bernilai baik dan mencuri bernilai buruk. Adapun nilai sosial adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala sesuatu yang terbukti memiliki daya guna fungsional bagi kehidupan bersama. Woods mendefinisikan nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap penghargaan akan berbeda, bergantung pada besar atau kecilnya fungsi seseorang, misalnya presiden mendapat nilai sosial yang lebih luas dibandingkan dengan bupati karena fungsi presiden lebih luas dibandingkan dengan bupati. Pesawat terbang akan memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan bus atau kereta api karena fungsinya yang memberikan ketepatan waktu dan jasa pelayanannya. Demikian juga untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas, harus melalui proses menimbang. Hal tersebut tentunya sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Akibatnya, antara masya rakat yang satu dan yang lain terdapat perbedaan tata nilai.
       
Masyarakat perkotaan umumnya lebih menyukai nilai persaingan, karena dalam persaingan akan muncul pembaruan-pembaruan. Pada masyarakat pedesaan atau masyarakat tradisional, persaingan cenderung dihindari karena dalam persaingan dapat mengganggu keharmonisan dan tradisi yang sifatnya turun-temurun.

Nilai sosial dapat pula berupa gagasan dari pengalaman yang berarti ataupun tidak, bergantung pada penafsiran setiap individu atau masyarakat yang memberikan atau menerimanya. Pengalaman baik akan menghasilkan nilai positif sehingga nilai yang bersangkutan dijadikan pegangan, seperti menepati janji, tepat waktu, dan disiplin.

Adapun pengalaman buruk akan menghasilkan nilai negatif sehingga nilai yang demikian akan dihindari. Misalnya, seseorang mengalami pengalaman buruk, karena dibohongi orang lain, akan menghindari orang tersebut. Hal ini disebabkan oleh pengalaman negatif akan menghasilkan nilai negatif. Dengan demikian, nilai akan menjadi kaidah yang mengatur kepentingan hidup pribadi ataupun kepentingan hidup bersama sehingga nilai dapat dijadikan etika.

        Jadi kesimpulannya, apa nilai pada dirimu ?? kalian harus mengetahui nilai yang ada pada dirimu, baik atau buruk kalian harus tahu. Enesbe berpendapat bahwa kalau nilai itu positif dan kita yakini maka nilai itu akan semaki berkembang, banyak sekali efek positif yang akan datang. Tapi jangan berfikir kalau itu berlaku sebaliknya, sebab Enesbe mengajak kalau itu negatif, maka jika kita mengetahuinya, justru itu adalah momentum yang tepat untuk memperbaikinya agar yang negatif hilang dan nilai positif terus tumbuh. Itu yang harus pembaca lakukan. Semangat !!!!
Selesai...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar