Assalamualaikum..
Pada tulisan yang ini, Enesbe akan membahas mengenai Nilai. Yaaa mungkin banyak orang bertanya-tanya apasih nilai itu ??? ya mungkin banyak orang berfikir nilai itu sesuatu yang berparameterkan sebuah angka ?? yaaa bisa jadi bisa jadi, tidaaaaak, eh bisa jadi. Tapi dari pada pusing, Enesbe kasih nih pengertian NILAI secara jelas, just check buddy !!!!
Pada tulisan yang ini, Enesbe akan membahas mengenai Nilai. Yaaa mungkin banyak orang bertanya-tanya apasih nilai itu ??? ya mungkin banyak orang berfikir nilai itu sesuatu yang berparameterkan sebuah angka ?? yaaa bisa jadi bisa jadi, tidaaaaak, eh bisa jadi. Tapi dari pada pusing, Enesbe kasih nih pengertian NILAI secara jelas, just check buddy !!!!
Nilai merupakan suatu hal yang dianggap
baik atau buruk bagi kehidupan. Nilai merupakan sesuatu yang abstrak, namun hal
tersebut menjadi pedoman bagi kehidupan masyarakat. Contohnya, orang menganggap
menolong bernilai baik dan mencuri bernilai buruk. Adapun nilai sosial adalah
penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala sesuatu yang terbukti
memiliki daya guna fungsional bagi kehidupan bersama. Woods mendefinisikan
nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang
mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap penghargaan akan berbeda,
bergantung pada besar atau kecilnya fungsi seseorang, misalnya presiden
mendapat nilai sosial yang lebih luas dibandingkan dengan bupati karena fungsi
presiden lebih luas dibandingkan dengan bupati. Pesawat terbang akan memiliki
nilai lebih tinggi dibandingkan bus atau kereta api karena fungsinya yang
memberikan ketepatan waktu dan jasa pelayanannya. Demikian juga untuk
menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas,
harus melalui proses menimbang. Hal tersebut tentunya sangat dipengaruhi oleh
kebudayaan yang dianut masyarakat. Akibatnya, antara masya rakat yang satu dan
yang lain terdapat perbedaan tata nilai.
Masyarakat perkotaan umumnya
lebih menyukai nilai persaingan, karena dalam persaingan akan muncul
pembaruan-pembaruan. Pada masyarakat pedesaan atau masyarakat tradisional,
persaingan cenderung dihindari karena dalam persaingan dapat mengganggu
keharmonisan dan tradisi yang sifatnya turun-temurun.
Nilai sosial dapat pula berupa
gagasan dari pengalaman yang berarti ataupun tidak, bergantung pada penafsiran
setiap individu atau masyarakat yang memberikan atau menerimanya. Pengalaman
baik akan menghasilkan nilai positif sehingga nilai yang bersangkutan dijadikan
pegangan, seperti menepati janji, tepat waktu, dan disiplin.
Adapun pengalaman buruk akan
menghasilkan nilai negatif sehingga nilai yang demikian akan dihindari.
Misalnya, seseorang mengalami pengalaman buruk, karena dibohongi orang lain,
akan menghindari orang tersebut. Hal ini disebabkan oleh pengalaman negatif
akan menghasilkan nilai negatif. Dengan demikian, nilai akan menjadi kaidah
yang mengatur kepentingan hidup pribadi ataupun kepentingan hidup bersama
sehingga nilai dapat dijadikan etika.
Jadi
kesimpulannya, apa nilai pada dirimu ?? kalian harus mengetahui nilai yang ada
pada dirimu, baik atau buruk kalian harus tahu. Enesbe berpendapat bahwa kalau
nilai itu positif dan kita yakini maka nilai itu akan semaki berkembang, banyak
sekali efek positif yang akan datang. Tapi jangan berfikir kalau itu berlaku
sebaliknya, sebab Enesbe mengajak kalau itu negatif, maka jika kita
mengetahuinya, justru itu adalah momentum yang tepat untuk memperbaikinya agar
yang negatif hilang dan nilai positif terus tumbuh. Itu yang harus pembaca
lakukan. Semangat !!!!
Selesai...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar